Senin, 25 April 2011

Tradisi Ojung Penolak Bala

Banyak cara dilakukan warga untuk menghindari datangnya bencana atau tolak bala. Di Situbondo, Jawa Timur misalnya dikenal tradisi Ojung yang berupa atraksi saling memukul dengan rotan. Warisan leluhur ini hingga saat ini masih dilestarikan.
Beginilah suasana Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Sitobondo saat warga menggelar kegiatan selamatan desa. Mereka tampak berkumpul dan membawa aneka makanan dan sesaji hasil pertanian.
Arak-arakan pembawa sesajian ini berakhir ditempat yang diyakini warga sebagai tempat yang sakral. Sesajian kemudian diletakkan kedalam sebuah kurungan atau yang biasa disebut warga setempat dengan sebutan leging.
Dan ini adalah tradisi Ojung. Tradisi saling pukul badan dengan menggunakan senjata rotan ini dimainkan oleh dua orang. Kedua peserta Ojung saling bergantian memukul tubuh lawannya. Jika peserta satu memukul, maka lawannya akan berusaha menangkis dan menghindar.
"Tradisi ini merupakan suatu keharusan yang harus dilaksanakan oleh kepala desa yang bertujuan untuk menghindari bencana alam, dihindari cari carok, sebab kalau Ojung tidak diadakan setiap tahunnya selalu terjadi carok" ujar sesepuh adat.
Pemenang akan ditentukan oleh beberapa orang wasit berdasarkan jumlah pukulan yang masuk yang ditandai dengan luka bekas sabetan rotan di tubuh.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants for single moms