Rabu, 25 Mei 2011

Poo Tong Biaw

Poo Tong Biaw adalah salah satu tempat agama yang memiliki nilai sejarah tinggi di Kabupaten Situbondo. Candi ini terletak di kota Besuki, sekitar 2 km dan 35 km dari pusat kota Situbondo.  Ia memiliki banyak ornamen Cina di kamar, sehingga menjadi salah satu yang menarik dari candi ini.
Candi kesamaan telah ditemukan di Bali. Anda dapat menemukan beberapa candi Budha seperti Poo Tong Biaw di tempat pasangan di Bali.

Orang yang ingin berdoa atau merayakan ulang tahun Buddha sangat sering mengunjungi kuil Buddha. Hal ini memiliki karakteristik sendiri sebagai candi Buddha. dan lainnya Buddha marah Banyak peralatan untuk berdoa, tersedia di sini.



 

Berburu Madu Lebah di Hutan Baluran

Hutan Baluran di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo terkenal sebagai obyek wisata Taman Nasional (TN). Rupanya, hutan itu juga berpotensi sebagai tempat ternak lebah yang menghasilkan madu.

Di salah satu sudut lahan hutan Baluran tampak berjejer ribuan kotak boks terbuat dari kayu triplek berukuran 40x25 cm dengan tinggi sekitar 30 cm. Kotak-kotak itu berjumlah sekitar 1.500 boks.

Rupanya boks-boks itu milik salah satu pembudidaya dan pemburu madu lebah di kawasan hutan Baluran, Rizal (26) warga Desa Sumber Anyar, Kecamatan Banyuputih. Rizal pun menceritakan pengalamannya seputar perburuan lebahnya.

Selama memelihara madu di hutan Baluran, Rizal mengaku lahan itu tidak disewakan oleh Perhutani. "Ya kami paling memberi jatah madu jika saatnya panen. Itu pun bukan karena perhutani yang minta, tapi sebagai tanda terima kasih kami sudah diberi tempat menumpang untuk mencari lebah," tandasnya.

Dia mengaku sudah 10 tahun menekuni pekerjaannya sebagai peternak lebah dibantu Razak. Sejak saat itu Rizal mengaku sudah berburu lebah hingga ke daerah Jawa Barat. "Kalau saat ini biasanya hutan Baluran tempatnya lebah, kami setiap tahun selalu berpindah untuk mencari lebah," kata Rizal kepada detiksurabaya.com sembari menabur makanan ke dalam boks, Minggu (9/5/2010).

Rizal mengaku selalu memberi makan lebah berupa gula dan sedikit air setiap 3 hari selama enam bulan. Tiap boks lebah menghabiskan sekitar 500 gram gula dalam tiga hari. "Sampai bulan Juni nanti kami masih terus memberi makanan, baru 6 bulan berikutnya sudah saatnya panen," tutur Rizal.

Jika sudah saatnya panen, setiap boks bisa menghasilkan sekitar 2 hingga 3 liter madu dalam setiap 2 minggu sekali. Sementara bila madu dijual ke pengepul di Malang dan Surabaya, harga 1 liter madu seharga Rp 37 ribu.

Dirinya akan mencari lahan baru untuk berburu madu lebah jika kandungan tepung sari
yang ada di tumbuhan sekitar hutan sudah mulai mengurang. Biasanya hal itu bisa diketahui dengan populasi lebah di sarang yang mulai mengurang. Lebah-lebah dalam boks itu akan pergi mencari tempat baru yang banyak mengandung tepung sari sebagai bahan penghasil madu.

Bila lebah sudah mulai berkurang, saat itulah Rizal harus angkat kaki untuk mencari lokasi baru yang banyak mengandung sari bunga atau tepung sari.

Kata Prof. Dr. Indroyono Soesilo: Situbondo Sebagai Tempat Pelatihan Ikan Laut Dunia???

Sebagian besar dari 925 juta penduduk dunia yang masih hidup dalam kelaparan berada di wilayah Kelompok Negara G-77, dan kita harus merubah kondisi ini.

Hal itu disampaikan kandidat Dirjen FAO dari Indonesia, Prof. Dr. Indroyono Soesilo, saat memaparkan Visi dan Misi FAO Masa Datang di hadapan anggota delegasi Kelompok Negara G-77 di markas Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), Roma, Italia, Jumat (20/5/2011).

Pemilihan Dirjen FAO akan berlangsung pada 26/6/2011 di Roma, pada Konperensi FAO ke-37 dan akan diikuti oleh 192 negara-negara anggota FAO, demikian Minister Counsellor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada detikcom malam ini.

Prof. Indroyono memaparkan bahwa wilayah Asia pertumbuhan ekonominya paling tinggi di dunia, namun ternyata lebih dari 400 juta penduduknya masih hidup kelaparan.

"Oleh sebab itu melalui FAO kerjasama dan kemitraan perlu lebih ditingkatkan. Pengembangan kapasitas dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia adalah kunci kebijakan yang harus diusung bersama-sama," demikian Indroyono, yang juga Sekretaris Menko Kesra.

Indroyono mencontohkan pengalaman saat Indonesia meraih Penghargaan FAO atas keberhasilan Swasembada Beras Tahun 1985, maka Indonesia kemudian membangun dua Pusat Pelatihan Pertanian di Tanzania dan Gambia sebagai sarana pengembangan kapasitas dan pelatihan bagi petani dari 27 negara Afrika.

Pusat Pelatihan ini sampai sekarang masih berfungsi baik, bahkan terus direvitalisasi. Selain itu ahli-ahli Indonesia saat ini berada di Kenya dan Somalia untuk melatih budidaya perikanan air tawar bagi pembudidaya ikan di kedua negara tersebut.

"Para pembudidaya ikan dari negara-negara Afrika saat ini juga sedang berada di Situbondo dan Sukabumi, untuk pelatihan budidaya ikan laut dan air tawar," papar Indroyono.

Dikatakan, kerjasama dengan negara Amerika Latin dari Kelompok G-77 perlu terus ditingkatkan, terutama di bidang prakiraan perubahan iklim, termasuk antisipasi bencana El Nino dan La Nina, yang diperkirakan akan muncul pada tahun 2012 mendatang.

Lanjut Indroyono, pengalaman Indonesia menanggulangi bencana El Nino 1997, yang mengakibatkan kemarau panjang, kebakaran hutan, dan gagal panen ternyata merubah pola migrasi ikan di Samudera Hindia, sehingga panen ikan justru terjadi di perairan Selatan Jawa dan Barat Sumatera saat El Nino muncul.

"Pola serupa dimungkinkan akan muncul pula di wilayah perairan Peru dan Chili di Amerika Latin," cetusnya.

Para anggota Kelompok Negara G-77 mengharapkan jika Prof. Indroyono kelak terpilih menjadi Dirjen FAO dapat meningkatkan peran kelompok pakar FAO untuk membantu program dan proyek pengembangan kapasitas di negara G-77.

Disamping itu Indroyono juga diharapkan dapat membuat kebijakan peningkatan produksi pangan global serta meningkatkan kemitraan dengan lembaga-lembaga multilateral dan internasional.

Wow! KB Pria di Situbondo Pecahkan Rekor MURI

Rekor peserta KB pria terbanyak dipecahkan Pemkab Situbondo, Jawa Timur. Dalam dua hari, 340 pria mendapat layanan KB medis operasi pria (MOP) atau vasektomi. Rekor ini dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

"Kegiatan pemecahan rekor MURI pelayanan KB Pria, di Situbondo Jawa Timur pada hari Jumat tanggal 13 Mei 2011, tepatnya di Pendopo Kabupaten Situbondo Jawa Timur, dengan inisiator Pangdam V/ Brawijaya dan Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur," ujar Humas Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Uung Purnama dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Sabtu (14/5/2011).

Kepala BKKBN Sugiri Syarief dalam keterangan pers itu menilai, kegiatan dukungan pelayanan KB Pria yang dicatat dalam Rekor MURI ini untuk mendorong para Pria agar ikut medukung dan menjadi peserta KB. Karena selama ini diasumsikan urusan KB adalah urusan perempuan.

"Padahal urusan perencanaan keluarga adalah urusan pasangan suami-istri, dan demikian maka maka urusan KB juga urusan suami-istri," ucap Sugiri.

Tahun lalu Kabupaten Situbondo juga merebut rekor MURI dalam bidang yang sama karena memberi pelayanan pada 290 akseptor KB MOP. Terkait kegiatan layanan KB MOP 2011 di Situbondo, BKKBN juga mencatat prestasi dengan memecahkan rekor MURI untuk kategori pemrakarsa pemasangan MOP terbanyak.

BKKBN menilai, selama ini program MOP belum maksimal atau masih sulit karena beberapa hal seperti akses informasi yang terbatas dan salah, pelayanan MOP masih terbatas karena diberikan pada waktu tertentu, dukungan sosial budaya, adanya penafsiran agama dalam pendekatan halal dan haram program MOP, dan sejak otonomi motivasi kerja petugas atau penyuluh masih sangat rendah.

(Sumber) 

Minggu, 22 Mei 2011

Arti Logo Kabupaten Situbondo





Arti Logo

1. Bentuk Lambang Perisai berarti melambangkan pertahanan daerah dan segala marabahaya yang datang dan manapunjuga;
2. Bintang berarti syi'ar Ketuhanan YME yang melambangkan keagungan Tuhan pencipta alam semesta sebagai dasar moral umat beragama masyarakat Situbondo;
3. Gunung dan Langit Putih Menjulang Tinggi berarti melambangkan cita-cita masyarakat Situbondo dengan keteguhan iman dan kesucian hati;
4. Sawah dan Daerah Warna Kuning Emas berarti melambangkan kemakmuran daerah agraris di daerah Situbondo;
5. Laut Biru dan Perahu Layar berarti melambangkan kekayaan laut , daerah pantai, pelabuhan dan paniwisata di daerah Situbondo;
6. Batu Merah bersusun 5 berarti melambangkan kekokohan Dasar Negara Pancasila sebagai dasar moral masyarakat Situbondo dalam menuju keadilan dan kemakrnuran;
7. Butir Padi 17 buah, Kapas 8 buah, Rantai 4 buah, Roda Bergigi 5 buah berarti melambangkan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di daerah Situbondo;
8. Pita Putih bertuliskan Kabupaten Situbondo berarti menunjukkan bahwa lambang dalam gambar adalah Daerah Kabupaten Situbondo.



Sumber :
TIKMD (Teknologi Informasi Masyarakat Desa)
TELECENTER PASIR PUTIH
Jalan Raya Pasir Putih
Kecamatan Bungatan
Telp. 0338-39102

Jumat, 20 Mei 2011

Tanian Lanjang

Tanian Lanjang adalah rumah tradisional Kabupaten Situbondo. Secara fisik, Tanian Lanjang adalah rumah sebuah keluarga besar yang memiliki halaman luas. Menurut mitos, ini bertujuan untuk mendidik dan meningkatkan rasa toleransi untuk yang tinggal di sana dalam interaksi satu sama lain. 

Anda dapat menemukan rumah tradisional, khususnya di wilayah timur yaitu Asembagus (sekitar 28 km dari pusat kota ke arah timur), Kapongan (15 km dari pusat kota) dan Mangaran (10 km ke utara dari pusat kota). 


Tanian rumah tradisional Lanjang memiliki arsitektur yang unik. Rumah ini mewakili penghuninya dalam gaya hidup sosialitas. Terbuat dari kayu jati dan dihiasi dengan beberapa ukiran kayu dan interior.

Selasa, 17 Mei 2011

Pesona Pantai Tampora



Pantai Tampora terletak di Banyuglugur Besuki, suasananya cukup tenang. Bisa menjadi pilihan objek wisata akhir pekan :) jaraknya sekitar setengah jam dari terminal Besuki - Situbondo






















Selasa, 10 Mei 2011

Tajin Palappa dan Rujak Petis (-nya Situbondo)

1.Tajin palappa
Situbondo memiliki kuliner khas yakni ”Tajin Palappa“. Kuliner yang terbuat dari bubur dengan bumbu campuran kacang dan campuran bumbu lainnya serta sayur-sayuran ini, sempat pecahkan rekor saat pemecahan rekor makan bersama tajin palapa di alun-alun Situbondo. Selain tajin palapa, Kabupaten Situbondo juga memiliki beberapa kuliner khas lain diantaranya lele bakar yang dapat anda temui di daerah kecamatan Banyuputih perbatasan antara Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi, minuman asam yang dapat anda temui di kecamatan Asembagus dan masih banyak lagi kuliner khas Situbondo lainnya. Buruan ke Situbondo dan rasakan nikmatnya Tajin palappa khas Situbondo.
2.Rujak petis

Rujak petis adalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah timur pulau Jawa. Rujak petis biasanya terdiri dari irisan timun, bengkuang, mangga muda, kedondong, tahu, kecambah/tauge, dan kangkung. Semua bahan tadi disajikan dengan siraman resep saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, cabai, kacang tanahbawang goreng, garam, gula merah, pisang muda, dan air. yang digoreng,
Di daerah Jawa Timur, selain petis yang biasa digunakan untuk bumbu Rujak petis, ada juga yang menggunakan petis Madura yang berwarna kemerahan.
Rujak petis biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants for single moms